Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Jakarta – Di tengah gelombang protes anti-pemerintah yang terus memanas di Iran, Reza Pahlavi, putra mahkota terakhir dari monarki Iran yang digulingkan pada 1979, kembali bermain peran penting dengan seruan terbuka kepada rakyat Iran untuk memperkuat aksi di jalan-jalan dan memperluas tuntutan terhadap pemerintahan Republik Islam.
Reza Pahlavi, yang saat ini berada di pengasingan di luar negeri, menyampaikan pesannya melalui unggahan di media sosial X (Twitter), memuji keberanian warga yang telah turun ke jalan melakukan protes secara besar-besaran. Ia menilai aksi tersebut sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan pemerintah yang dianggap represif dan tidak responsif terhadap kondisi rakyat.
Dalam seruannya, Pahlavi juga mengajak demonstran untuk terus berjuang dan mempertahankan momentum protes sampai aspirasi rakyat benar-benar diperhatikan oleh penguasa. Ia menyebut bahwa aksi damai di jalanan menjadi simbol tekad rakyat Iran untuk perubahan politik yang lebih luas.
Lebih jauh, Pahlavi tidak hanya meminta warga bersuara di jalanan, tetapi juga menyerukan langkah yang lebih terkoordinasi, termasuk ajakan pemogokan di sektor-sektor penting seperti transportasi, minyak, gas, dan energi sebagai bentuk tekanan terhadap struktur kekuasaan yang ada di Tehran.
Ia menyampaikan bahwa tujuan protes telah bergeser dari sekadar unjuk rasa menjadi gerakan yang lebih besar: “tujuan kita kini bukan hanya hadir di jalan, melainkan bersiap untuk merebut dan mempertahankan pusat kota.” Begitu tulis Pahlavi dalam pesannya.
Gelombang demonstrasi di Iran sendiri telah berlangsung lebih dari dua minggu, dengan ribuan warga turun ke berbagai wilayah menuntut reformasi politik, kondisi ekonomi yang lebih baik, dan penghentian penindakan keras terhadap pendemo.
Protes yang awalnya terkait masalah ekonomi kini telah berubah menjadi tuntutan politik yang lebih luas, dan diperkirakan telah menyebabkan ratusan warga tewas serta puluhan ribu ditangkap, menurut laporan beberapa lembaga pemantau dan berita internasional.
Di sisi lain, pemerintah Iran menyatakan telah mengendalikan sebagian besar demonstrasi dan berusaha membatasi penyebaran informasi melalui pemutusan internet di beberapa wilayah.
Aksi protes di Iran juga mendapat sorotan global. Demonstran di kota-kota besar di luar negeri seperti London, Paris, dan Istanbul turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan solidaritas kepada rakyat Iran, memperluas tekanan internasional terhadap pemerintah Tehran.
Munculnya kembali Reza Pahlavi sebagai figur yang menyerukan aksi berkelanjutan dan koordinasi nasional menandai fase baru dalam gelombang protes di Iran. Dengan situasi yang belum mereda dan dukungan internasional yang semakin mencuat, dinamika politik di negara itu diperkirakan akan terus menjadi sorotan dalam beberapa hari mendatang.